Sabtu, 16 Februari 2019

Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit

Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit

Pengertian Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit

Larutan elektrolit adalah larutan yang dapat menghantarkan listrik, sedangkan larutan non elektrolit adalah larutan yang tidak dapat menghantarkan listrik. Larutan elektrolit dapat dibedakan menjadi elektrolit kuat dan elektrolit lemah. Elektrolit kuat mempunyai daya hantar yang relatif tinggi walaupun konsentrasinya relatif kecil, sedangkan elektrolit lemah mempunya daya hantar yang relatif rendah walaupun konsentrasinya relatif besar.
Aki (akumulator) sebagai sumber arus listrik yang dapat diisi ulang adalah komponen yang penting dalam kendaraan bermotor. Sebagai sel elektrokimia, aki terdiri dari komponen elektroda dan larutan elektrolit. Larutan elektrolit yang terdapat dalam aki adalah larutan asam sulfat yang biasanya dikenal sebagai air aki accuzuur.
uji hantaran listrik larutan elektrolit kuat lemah non elektrolit
Hasil uji hantaran listrik dari larutan elektrolit kuat (kiri), elektrolit lemah (tengah), dan larutan non elektrolit (kanan)
(Sumber: Kotz, John C., Treichel, Paul M., & Townsend, John R. 2012. Chemistry & Chemical Reactivity (8th edition). California: Brooks/Cole)

Mekanisme Hantaran Listrik Melalui Larutan

Menurut teori ionisasi Arrhenius, larutan elektrolit dapat menghantarkan listrik karena terdapat ion-ion yang bergerak bebas dalam larutan. Ion-ion tersebut yang berperan dalam menghantarkan arus listrik melalui larutan. Sebagai contoh, larutan NaCl merupakan larutan elektrolit. Zat terlarut NaCl di dalam pelarut air akan terdisosiasi (terurai) menjadi ion Na+ dan ion Cl. Dalam eksperimen hantaran listrik larutan elektrolit dengan menggunakan sumber arus listrik searah, lampu, dan dua elektroda, ion-ion bermuatan positif akan bergerak ke arah elektroda yang terhubung ke kutub negatif (katoda) sedangkan ion-ion bermuatan negatif akan bergerak ke arah elektroda yang terhubung ke kutub positif (anoda).
Pada larutan non elektrolit, zat non elektrolit yang terlarut tidak dapat terurai menjadi ion-ion, sehingga tidak terdapat ion-ion bebas yang dapat menghantarkan arus listrik. Sebagai contoh, larutan gula sukrosa (C12H22O11) merupakan larutan non elektrolit. Zat terlarut sukrosa di dalam pelarut air tidak dapat terurai menjadi ion, sehingga tidak terdapat ion bebas yang dapat menghantarkan listrik.

Daya Hantar Listrik dan Ikatan Kimia

Kemampuan menghantarkan listrik dari suatu larutan bergantung pada zat terlarut. Jenis ikatan kimia pada zat terlarut merupakan faktor utama yang mempengaruhi daya hantarnya. Ditinjau dari ikatan kimia, senyawa kimia dapat dibedakan menjadi senyawa ionik dan senyawa kovalen.

1. Senyawa ionik

Senyawa ionik adalah senyawa yang terdiri dari ion-ion positif dan negatif yang bergabung oleh karena adanya gaya tarik-menarik elektrostatis. Contoh senyawa ionik antara lain NaCl, KBr, CuCl2, Ca(NO3)2, (NH4)2S, NaOH, BaSO4, dan AgCl. Dalam bentuk padat (kristal), ion-ion tersebut berada dalam posisi tetap pada kisi kristalnya sehingga tidak dapat bergerak bebas. Oleh karena itu, padatan senyawa ionik tidak dapat menghantarkan listrik. Jika padatan tersebut dilelehkan atau dilarutkan dalam air, maka ion-ion tersebut dapat terurai dari kisinya dan bergerak bebas sehingga dapat menghantarkan arus listrik. Ketika senyawa ionik dilarutkan dalam air, ion-ion positif dan ion-ion negatif akan dikelilingi oleh molekul-molekul air sehingga terjadi stabilisasi muatan oleh proses pelarutan (solvasi) oleh air. Berikut beberapa contoh persamaan reaksi yang dapat dituliskan dari proses pelarutan beberapa senyawa ionik oleh air.
Ilustrasi pelarutan padatan senyawa ionik
Ilustrasi pelarutan padatan senyawa ionik (kiri) dalam air: ion positif dan ion negatif dari senyawa ionik tersebut dikelilingi oleh molekul-molekul air (kanan)
(Sumber: Petrucci, Ralph H. et al. 2017. General Chemistry: Principles and Modern Applications (11th edition). Toronto: Pearson Canada Inc.)
Pada umumnya semua senyawa ionik yang mudah larut dalam air, seperti NaCl, KBr, CuCl2, Ca(NO3)2, (NH4)2S, dan NaOH adalah elektrolit kuat. Namun, untuk senyawa ionik yang cenderung sukar larut dalam air seperti CaC2O4, SrCO3, BaSO4 dan AgCl, daya hantarannya akan cenderung lebih lemah.

2. Senyawa kovalen

Senyawa kovalen adalah senyawa yang terdiri dari satuan-satuan diskrit yang disebut molekul-molekul, yang terdiri dari beberapa atom nonlogam yang berikatan kovalen. Senyawa kovalen ada yang bersifat polar dan adapula yang nonpolar. Senyawa kovalen polar ada yang dapat mengalami ionisasi bila dilarutkan dalam air, sehingga membentuk ion-ion bebas yang dapat menghantarkan listrik misalnya HCl, H2SO4, H2C2O4, CH3COOH, dan NH3. Senyawa-senyawa tersebut merupakan zat elektrolit. Berikut beberapa contoh persamaan reaksi yang dapat dituliskan dari proses pelarutan beberapa senyawa kovalen polar terionisasi oleh air.
pelarutan senyawa kovalen polar
Namun, adapula senyawa kovalen polar yang tidak dapat terionisasi, misalnya aseton, sehingga tidak dapat menghantarkan listrik. Semua senyawa kovalen nonpolar, seperti Br2 dan CH4, juga tidak dapat terionisasi. Jadi, senyawa kovalen polar yang tidak terionisasi dan senyawa kovalen nonpolar merupakan zat non elektrolit.

Larutan Elektrolit Kuat dan Larutan Elektrolit Lemah

Perbedaan utama larutan elektrolit kuat dan elektrolit lemah adalah daya hantarnya ketika konsentrasi kedua jenis elektrolit sama. Pada elektrolit kuat, elektrolit dapat terurai sempurna atau hampir sempurna menjadi ion-ion dalam pelarutnya. Contoh larutan elektrolit kuat yaitu senyawa-senyawa garam mudah larut dalam air, basa kuat, dan asam kuat, seperti NaCl, KBr, CuCl2, Ca(NO3)2, (NH4)2S, NaOH, Ba(OH)2, HCl, dan H2SO4. Sedangkan, pada elektrolit lemah, elektrolit hanya dapat terurai sebagian kecil menjadi ion-ion dalam pelarutnya. Contoh larutan elektrolit lemah yaitu senyawa-senyawa asam lemah dan basa lemah, seperti H2C2O4, CH3COOH, N2H4, dan NH3. Secara kuantitatif, kuat lemahnya elektrolit dapat dinyatakan sebagai derajat ionisasi / derajat disosiasi, α.
a = \frac{jumlah mol zat yang terionisasi/terdisosiasi}{jumlah mol zat yang dilarutkan mula-mula}
Pada larutan elektrolit kuat yang terionisasi/terdisosiasi sempurna, nilai α = 1, sedangkan yang terionisasi hampir sempurna, nilai α mendekati 1. Pada larutan non elektrolit, nilai α = 0. Jadi, batas nilai α untuk larutan elektrolit lemah adalah 0 < α < 1.

Contoh Soal Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit

Contoh Soal 1

Berapakah derajat ionisasi dari asam lemah HX bila diketahui sebanyak 0,0005 mol asam yang terionisasi dari 0,1 mol asam yang dilarutkan dalam air?
Jawab:
Derajat ionisasi:
a = \frac{jumlah mol zat yang terionisasi/terdisosiasi}{jumlah mol zat yang dilarutkan mula-mula} \alpha = \frac{0,0005 mol}{0,1 mol} \alpha = 0,005

Contoh Soal 2

Pada konsentrasi yang sama, manakah larutan di bawah ini yang bila diuji hantaran listriknya akan menghasilkan nyala lampu yang paling terang?
a. larutan CH3OH
b. larutan NH4OH
c. larutan C6H5COOH
d. larutan HCN
e. larutan K2CO3
Jawab:
E. larutan K2CO3
K2CO3 adalah satu-satunya senyawa ionik di antara kelima pilihan jawaban di atas. K2CO3 (kalium karbonat) adalah garam yang mudah larut dalam air dan dapat terdisosiasi menjadi ion K+ dan ion CO32−. Hal ini mengindikasikan K2CO3tergolong larutan elektrolit kuat. NH4OH (amonium hidroksida) adalah basa lemah. C6H5COOH (asam benzoat) dan HCN (asam sianida) adalah asam lemah. Jadi, NH4OH, C6H5COOH, dan HCN tergolong elektrolit lemah. CH3OH (metanol) adalah senyawa kovalen polar yang tidak dapat terionisasi dalam air. Jadi, CH3OH tergolong larutan non elektrolit. Sebagaimana K2CO3 adalah larutan elektrolit kuat, larutannya akan menghasilkan nyala lampu yang paling terang dibanding larutan lainnya.

Sumber Referensi

Brown, Theodore L. et al. 2015. Chemistry: The Central Science (13th edition). New Jersey: Pearson Education, Inc.
Johari, J.M.C. & Rachmawati, M. 2009. Kimia SMA dan MA untuk Kelas X Jilid 1. Jakarta: Esis
Kotz, John C., Treichel, Paul M., & Townsend, John R. 2012. Chemistry & Chemical Reactivity (8th edition). California: Brooks/Cole
McMurry, John E., Fay, Robert C., & Robinson, Jill K. 2016. Chemistry (7th edition). New Jersey: Pearson Education, Inc.
Petrucci, Ralph H. et al. 2017. General Chemistry: Principles and Modern Applications (11th edition). Toronto: Pearson Canada Inc.
Purba, Michael. 2006. Kimia 1B untuk SMA Kelas X. Jakarta: Erlangga
Retnowati, Priscilla. 2004. SeribuPena Kimia SMA Kelas X Jilid 1. Jakarta: Erlangga
Silberberg, Martin S. & Amateis, Patricia. 2015. Chemistry: The Molecular Nature of Matter and Change (7th edition). New York: McGraw-Hill Education

Kingdom Plantae

Kingdom Plantae : Pengertian, Ciri, Klasifikasi, Dan Jenis Beserta Contohnya Secara Lengkap



Pengertian Kingdom Plantae
Kingdom Plantae Atau Yang Lebih Dikenal Dengan Tumbuhan ialah Salah Satu Organisme Eukariotik Multiseluler Yang Mempunyai Dinding Sel Dan Klorofil. Klorofil Yaitu Zat Hijau Daun Yang Fungsinya Untuk Fotosintesis Yang Sehingga Tumbuhan Mampu Membuat Makanannya Sendiri Atau Yang Sifatnya Autotrof. Inilah Yang Membedakan Antara Kingdom Plantae Dan Kingdom Animalia. Perbedaan Lainnya Dari Kingdom Plantae Tidak Bisa Bergerak Bebas Seperti Kingdom Animalia.

Ciri-Ciri Kingdom Plantae (Tumbuhan)

Kingdom Plantae Mempunyai Ciri-Ciri Khusus Yang Menjadikan Kingdom Yang Satu Ini Berbeda Dengan Kingdom Animalia. Ciri-Ciri Tersebut Yaitu Sebagai Berikut :

  • Pada Dinding Sel Yang Tersusun Oleh Selulosa.
  • Mempunyai Klorofil Yang Fungsinya Untuk Fotosintesis.
  • Karena Mempunyai Klorofil, Oleh Karena Itu Kingdom Plantae Yang Bersifat Autotrof (Bisa Membuat Makanan Sendiri) Dengan Bantuan Cahaya Sinar Matahari.
  • Eukariot
  • Bersifat Multiseluler
  • Dapat Menyimpan Cadangan Makanan Dalam Bentuk Amilum (Pati)
  • Dapat Mengalami Pergiliran Keturunan Dalam Siklus Hidupnya.

Klasifikasi Kingdom Plantae (Tumbuhan)

Kingdom Plantae Mempunyai Klasifikasinya Sendiri. Klasifikasi Ini Membantu Kita Untuk Bisa Membedakan Antara Spesies Yang Satu Dengan Spesies Yang Lain Dalam Kingdom Plantae.

1. Tumbuhan Lumut (Bryophyta)
Tumbuhan Lumut Yaitu Suatu Kumpulan Tumbuhan Kecil, Yang Hidup Di Darat Dan Biasanya Tumbuh Ditempat Lembab, Tidak Mmepunyai Akar, Batang Dan Daun Sejati, Serta Tidak Mempunyai Pembuluh Pengangkut (Xilem Dan Floem), Merupakan Sebuah Tumbuhan Peralihan Antara Tumbuhan Ber-Talus (Talofita) Dengan Tumbuhan Ber-Kormus (Kormofita) Dan Mengalami Suatu Pergiliran Keturunan.
Ciri-Ciri Tumbuhan Lumut (Bryophyta)
  • Talofita Yaitu Tumbuhan Yang Tidak Bisa Dibedakan Antara Akar, Batang Dan Daun.
  • Kormofita Yaitu Suatu Tumbuhan Yang Sudah Bisa Dibedakan Antara Akar, Batang Dan Daun
  • Tumbuhan Lumut Disebut Juga Dengan Tumbuhan Peralihan Karena Ada Berupa Tumbuhan Yang Masih Berupa Talus (Lembaran, Yakni Lumut Hati), Tetapi Ada Juga Yang Sudah Mempunyai Struktur Tubuh Mirip Dengan Akar, Batang Dan Daun Sejati (Lumut Daun).
  • Tumbuhan Lumut Juga Merupakan Suatu Tumbuhan Pelopor (Vegetasi Perintis), Yang Tumbuh Disuatu Tempat Sebelum Tumbuhan Lain Mampu Tumbuh
  • Tumbuhan Ini Berukuran : Makroskopis 1-2 Cm, Dan Ada Juga Yang Mencapai 40 Cm.
  • Tumbuhan Ini Tubuh Nya Berbentuk : Mempunyai Dua Bentuk Generasi, Yakni Generasi Gametofit Dan Generasi Sporofit.
Jenis-Jenis Tumbuhan Lumut (Bryophyta)
Tumbuhan Lumut Ialah Tumbuhan Talus, Yang Hidupnya Ditempat Lembab Dan Autotrof.
Tumbuhan Lumut Terbagi Menjadi 3 : Lumut Hati, Lumut Tanduk Dan Lumut Daun.
1. Hepaticopsida (Lumut Hati)
  • Jenis Lumut Ini Berbentuk Talus, Berlobus Seperti Berbentuk Hati Manusia
  • Jenis Lumut Ini Merupakan Lumut Berumah Dua (Deoceus)
  • Pada Reproduksi Aseksual Dengan Cara Fragmentasi, Dalam Pembentukan Gemmacup (Kuncup) Dan Spora
  • Gemmacup Yaitu Struktur Khas Yang Terdapat Pada Suatu Gametofit Yang Berupa Mangkok Yang Mengandung Suatu Kumpulan Lumut Kecil.
  • Gemma Bisa Lepas Dan Tersebar Oleh Air Yang Kemudian Tumbuh Menjadi Lumut Baru.
  • Dalam Reproduksi Seksual Terjadi Dengan Fertilisasi Antara Spema Dan Ovum
  • Jenis Lumut Ini Membentuk Zigot.
Contohnya : Marchantia Polimorpha

2. Anthocerotopsida (Lumut Tanduk)
  • Lumut Tanduk Disebut Juga Dengan Anthoceropsida .
  • Pada Gametofitnya Mirip Dengan Lumut Hati, Sedengakan Perbedaannya Terletak Pada Sporofitnya.
  • Sporofit Lumut Tanduk Memiliki Kapsul Memanjang Yang Tumbuh Seperti Tanduk Dari Gametofit.
Contohnya : Anthoceros Laevis (Lumut Tanduk).


3. Bryopsida (Lumut Daun)
  • Bryopsida Ialah Lumut Sejati Karena Yang Bentuk Tubuhnya Mirip Dengan Tumbuhan Kecil Yang Mempunyai Bagian Akar (Rizoid), Batang Dan Daun.
  • Hidupnya Yang Berkelompok Untuk Membentuk Hamparan Tebal Seperti Beludru.
Contohnya : Polytrihcum Dan Spagnum

Manfaat Tumbuhan Lumut (Bryophyta)
  • Beberapa Spesies Sphagnum Bisa Digunakan Untuk Obat Kulit Dan Mata.
  • Pada Beberapa Tumbuhan Lumut Yang Tumbuh Di Hutan Hujan Bisa Digunakan Sebagai Penahan Erosi Dan Untuk Menyerap Air
  • Bisa Digunakani Untuk Ornamen Tata Ruang
  • Marchantia Nya Sebagai Obat Penyakit Hati
2. Tumbuhan Paku (Pterydophyta)
Tumbuhan Paku Ialah Suatu Tumbuhan Yang Sudah Mempunyai Akar, Batang Dan Daun Sejati, Yang Berkembang Biak Dengan Spora (Kormofita Berspora), Dan Mempunyai Pembuluh Angkut Xilem Dan Floem, Mempunyai Klorofil Juga, Berakar Serabut Dan Mengalami Suatu Pergiliran Keturunan
Ciri-Ciri Tumbuhan Paku (Pterydophyta)
  • Pada Akar, Batang, Dan Daun Bisa Di Bedakan
  • Spora Yang Dihasilkan Pada Sporofil, Terutama Pada Bawah Daunnya
  • Daun Muda Nya Tumbuh Menggulung
Jenis-Jenis Tumbuhan Paku (Pterydophyta)
Klasifikasi : Tumbuhan Paku Terbagi Menjadi 4 Kelas, Yaitu :
1. Paku Purba (Psilopsida)
  • Jenis Tumbuhan Paku Ini Spesiesnya Hampir Punah, Yang Tersisa 10 – 13 Spesies
  • Jenis Tumbuhan Paku Ini Menghasilkan Satu Jenis Spora (Homospora)
  • Pada Gametofitnya Tidak Mempunyai Klorofil, Nutrisi Yang Diperoleh Dari Simbiosis Dengan Jamur
Contohnya : Rynia Dan Psilotum
2. Paku Kawat (Lycopsida)
  • Jumlah Spesiesnya Lebih Kurang 1000
  • Bisa Menghasilkan Dua Jenis Spora (Heterospora)
  • Pada Sporangium Terdapat Pada Strobilus Yang Berbentuk Kerucut
  • Pada Gametofit Tidak Berklorofil
  • Gametofit Ada Yang Uniseksual Dan Biseksual
Contohnya : Selaginela Dan Lycopodium
3. Paku Ekor Kuda (Spenopsida)
  • Jumlah Spesies Nya Lebih Kurang 15 Spesies
  • Habitat Nya Pada Tempat Yang Lembab Daerah Subtropis
  • Jenis Ini Juga Dsebut Dengan Ekor Kuda Karena Bentuknya Batang Yang Seperti Ekor Kuda
  • Sporangium Berupa Strobilus
  • Jenis Merupakan Paku Homospora
  • Pada Gametofit Mempunyai Klorofi
  • Gametofit Biseksual
Contohnya : Equisetum
4. Paku Sejati ( Pteriopsida)
  • Jenis Yang Satu Ini Jumlah Nya Paling Banyak, Kurang Lebih 12.000 Spesies
  • Mempunyai Akar, Batang Dan Daun Sejati
  • Pada Daun Mudanya Tumbuh Menggulung (Circinnatus)
Contohnya : Semanggi (Marsilea Crenata) , Suplir (Adiantum Cuneatum)
Manfaat Tumbuhan Paku
  • Bisa Dijadikan Tanaman Hias
  • Bisa Menjadi Sayur-Sayuran
  • Sebagai Pupuk Hijau Pada Tanaman Padi
  • Selaginella Plana Juga Bisa Sebagai Obat Luka

3. Tumbuhan Berbiji (Spermatophyta)
Kata Spermatophyta Berasal Dari Bahasa Yunani Yaitu Sperma=Biji , Phyton=Tumbuhan Kelompok Tumbuhan Yang Hidup Di Darat, Mempunyai Akar, Batang Dan Daun Sejati, Tracheophyta, Autotrof, Serta Dapat Menghasilkan Biji.
Ciri-Ciri Tumbuhan Berbiji (Spermatophyta)
  • Mempunyai Bunga/Organ Biji Yang Dihasilkan Oleh Strobilus Atau Bunga
  • Jika Biji Tertutup Disebut Dengan Angiospermae Dan Yang Terbuka Disebut Dengan Gymnospermae
Jenis-Jenis Tumbuhan Berbiji (Spermatophyta)
1. Tumbuhan Berbiji Terbuka (Gymnospernae) 
Gymnospernae Ialah Suatu Tumbuhan Yang Bijinya Tidak Ditutupi Oleh Bakal Buah.
Ciri-Ciri Tumbuhan Biji Terbuka Adalah:
  • Pada Umumnya Perdu Atau Pohon, Tidak Ada Yang Berupa Herba Batang Dan Akar Berkambium Yang Sehingga Bisa Tumbuh Membesar
  • Mempunyai Bentuk Perakaran Tunggang
  • Daunnya Sempit, Tebal Dan Kaku
  • Pada Tulang Daun Tidak Beraneka Ragam
  • Tidak Mempunyai Bunga Sejati
  • Pada Alat Perkembangbiakannya Yang Berbentuk Kerucut Yang Disebut Dengan Strobilus Atau Runjung.
  • Pada Bakal Biji Tersusun Dalam Strobilus
  • Pada Alat Kelamin Terpisah, Serbuk Sari Terdapat Dalam Strobilus Jantan Dan Sel Telur Terdapat Dalam Strobilus Betina.
  • Bakal Biji Nya Tidak Dilindungi Oleh Daun Buah/Berbiji Terbuka
Tumbuhan Berbiji Terbuka Dibagi Menjadi 4 Kelas Yaitu :
  • Cycadinae Ciri Khasnya Yaitu Batangnya Tidak Bercabang, Daunnya Majemuk, Tersusun Sebagai Tajuk Di Puncak Pohon. Merupakan Tumbuhan Berumah Dua, Yang Artinya Mempunyai Strobilus Jantan Saja Atau Strobilus Betina Saja. Contohnya: Zamia Furfuracea, Cycas Revoluta Dan Cycas Rumphii (Pakis Haji)
  • Ginkgoinae Jenis Tumbuhan Ini Merupakan Tumbuhan Asli Dari Daratan Cina. Tinggi Pohon Ini Bisa Mencapai 30 Meter, Daun Nya Berbentuk Kipas Dan Mudah Gugur. Serbuk Sari Dan Bakal Biji Nya Dihasilkan Oleh Individu Yang Berlainan. Anggota Kelompok Ini Hanya Ada Satu Species Yakni Ginkgo Biloba.
  • Coniferinae Coniferales Yang Berarti Tumbuhan Pembawa Kerucut, Karena Pada Alat Perkembangbiakan Jantan Dan Betina Berupa Strobilus Yang Berbentuk Kerucut. Tumbuhan Yang Termasuk Kelompok Ini Mempunyai Ciri Selalu Hijau Sepanjang Tahun (Evergreen). Contohnya : Agathis Alba (Damar), Pinus Merkusii (Pinus), Cupressus Sp.,Araucaria Sp., Sequoia Sp., Juniperus Sp. Dan Taxus Sp.
  • Gnetinae Jenis Tumbuhan Ini Anggota Kelompok Nya Berupa Perdu, Liana (Tumbuhan Pemanjat) Dan Pohon. Daunnya Yang Berbentuk Oval/Lonjong Dan Duduk Daun Nya Berhadapan Dengan Bentuk Urat Daun Menyirip. Pada Xilem Ini Terdapat Trakea Dan Floem Tidak Mempunyai Sel Pengiring. Strobilus Tidak Berbentuk Kerucut, Tetapi Sudah Bisa Disebut Dengan “Bunga”. Contohnya : Yang Terkenal Dari Kelompok Ini Yaitu Gnetum Gnemon (Melinjo).
2. Tumbuhan Berbiji Tertutup (Angiospermae)
Tumbuhan Biji Tertutup Ialah Tumbuhan Yang Bijinya Terdapat Pada Dalam Bakal Buah.
Ciri-Ciri Tumbuhan Berbiji Tertutup (Angiospermae)
  • Hidupnya Sebagai Pohon, Perdu, Semak, Yang Merambat Atau Herba/Terna
  • Daunnya Berbentuk Pipih Dan Lebar Dengan Susunan Tulang Daun Menyirip, Menjari, Melengkung Atau Sejajar
  • Mempunyai Bunga Sejati Dengan Sebuah Perhiasan Bunga Yang Berupa Kelopak Dan Mahkota Bunga Dan Pada Alat Perkembangbiakannya Berupa Putik Dan Benang Sari
Tumbuhan Biji Tertutup Terbagi Menjadi Dua Kelas Yang Berdasarkan Jumlah Keping Bijinya, Yaitu:
1. Dikotil
  • Mmepunyai Dua Daun Lembaga ( Dikotiledon)
  • Pada Batang Umumnya Bercabang
  • Pada Tulang Daunnya Menjari Atau Menyirip
  • Mmepunyai Kambium Sehingga Pada Akar Dan Batang Bertambah Besar, Jaringan Ikat Pembuluh Xilem Dan Floem Pada Akar Dan Batang Tersususn Dalam Suatu Lingkaran
  • Mempunyai Suatu Sistem Akar Tunggang
  • Bunganya Mempunyai Bagian – Bagian Dengan Kelipatan 4 Atau 5, Yang Bentuknya Beraturan Dengan Bunga Yang Mencolok
Contoh Tumbuhan Dikotil Adalah Sebagai Berikut :
  • Yang Pertama Suku Getah-Getahan (Euhorbiaceae), Misalnya: Tumbuhan Singkong, Jarak, Karet, Dan Puring
  • Yang Kedua Suku Polong-Polongan (Leguminosae), Misalnya: Pada Tumbuhan Putri Malu, Petai, Flamboyan, Kembang Merak, Kacang Kedelai,Kacang Tanah Dan Lain Sebagainya.
  • Yang Ketiga Suku Terung-Terungan (Solanaceae), Misalnya: Pada Tumbuhan Kentang, Terong, Tomat, Cabai, Kecubung, Dan Lain Sebagainya.
  • Yang Keempat Suku Jeruk-Jerukan (Rutaceae), Misalnya: Pada Tumbuhan Jeruk Manis, Jeruk Bali
  • Yang Kelima Suku Kapas-Kapasan (Malvaceae), Misalnya: Pada Tumbuhan Kembang Sepatu, Kapas
  • Yang Keenam Suku Jambu-Jambuan (Mirtaceae), Misalnya: Pada Tumbuhan Cengkih, Jambu Biji, Jambu Air, Jambu Monyet, Jamblang, Dan Lain Sebagainya.
  • Dan Yang Terakhir Suku Komposit (Compositae), Misalnya: Pada Tumbuahan Bunga Matahari, Bunga Dahlia, Bunga Krisan
2. Monokotil
  • Mempunyai Satu Daun Lembaga (Kotiledon)
  • Pada Batangnya Tidak Bercabang Atau Bercabang Sedikit, Ruas-Ruas Batang Jelas
  • Pada Daunnya Biasanya Berpelepah Dan Berupa Daun Tunggal
  • Mempunyai Tulang Daun Sejajar Ataumelengkung
  • Tidak Berkambium, Pada Jaringan Xilem Dan Floem Pada Akar Dan Batang Tersusun Tersebar
  • Mempunyai Suatu Sistem Akar Serabut
  • Bunga Nya Mempunyai Bagian-Bagian Dengan Jumlah Yang Berkelipatan 3, Bentuknya Tidak Beraturan, Warna Tidak Mencolok
Contoh Tumbuhan Monokotil Adalah Sebagai Berikut :
  • Yang Pertama Suku Rumput-Rumputan (Graminae), Misalnya: Pada Tumbuhan Padi, Jagung, Bambu, Rumput, Tebu, Gandum Dan Lain Sebagainya.
  • Yang Kedua Suku Pinang-Pinangan (Palmae), Misalnya: Pada Tumbuhan Kelapa, Rotan, Kelapa Sawit, Aren, Salak Dan Lain Sebaginya.
  • Yang Ketiga Suku Jahe-Jahean (Zingiberaceae), Misalnya: Pad Atumbuhan Kunyit, Jahe, Lengkuas
  • Yang Keempat Suku Nanas-Nanasan (Bromeliaceae), Misalnya: Pada Tumbuhan Nanass
  • Dan Yang Terakhir Suku Anggrek-Anggrekan (Orcidaceae), Misalnya: Pada Tumbuhan Anggrek Bulan, Anggrek Macan, Anggrek Yang Tumbuh Di Hutan Irian Jaya Dan Lain Sebagainya.
diolah dari berbagai sumber

SEJARAH KABUPATEN PURWOREJO



SEJARAH KABUPATEN PURWOREJO
            Sejarah mencatat bahwa Prasasti Kayu Ara Hiwang yang ditemukan di Desa Boro Wetan (Kecamatan Banyuurip), jika dikonversikan dengan kalender Masehi adalah tanggal 5 oktober 901. Prasasti ini ditemukan di bawah pohon Sono di dusun Boro Tengah, sekarang masuk wilayah Boro Wetan kecamatan Banyuurip dan sejak tahun 1890 disimpan di Museum Nasional Jakarta inventaris D 78. Lokasi temuan tersebut terletak di tepi sungai Bogowonto. Dalam prasasti ini tersebut di ungkapkan, bahwa pada tanggal 5 Oktober 901 masehi , telah diadakan upacara besar yang dihadiri berbagai pejabat dari berbagai daerah antara lain disebutkan nama-nama wilayah : Watu Tihang (Sala Thang), Gulak, Parangran Wadihadi, Padamuan (Prambanan), Mntyasih (Matesh Magelang), Mdang, Pupur, Taji (Taji Prambanan) Pekambingan, Kalungan (Kalongan, Loano). Peristiwa 5 Oktober 901 M tersebut akhirnya pada tanggal 5 Oktober 1994 dalam sidang DPRD kabupaten Purworejo dipilih dan ditetapkan untuk Hari Jadi kabupaten Purworejo.
                Sejak jaman dahulu wilayah kabupaten Purworejo lebih dikenal sebagai wilayah tanah Bagelen. Kawasan yang sangat disegani oleh wilayah lain, karena dalam sejarah mencatat sejumlah tokoh. Misalnya dalam pengembangan agama Islam di Jawa tanah Selatan, tokoh Sunan Geseng dikenal sebagai Ulama besar yang meng-Islam-kan wilayah dari timur sungai Lukola dan pengaruhnya sampai ke Daerah Istimewa Yogyakarta dan Kabupaten Magelang.
                Dalam pembentukan kerajaan Mataram Islam, para tokoh Bagelen adalah pasukan andalan dari Satuwijaya yang kemudian setelah bertahta bergelar Panembahan Senapati. Dalam sejarah tercatat bahwa tokoh Bagelen sangat berperan dalam berbagai operasi militer sehingga nama Bagelen sangat disegani.
                Dalam perang Diponegoro abad ke XIX, wilayah Tanah Bagelen juga menjadi ajang pertempuran karena pangeran Diponegoro mendapat dukungan luas dari masyarakat setempat. Pada Perang Diponegoro itu,  wilayah Bagelen dijadikan karesidenan dan masuk dalam kekuasaan Hindia Belanda dengan ibu kotanya Kota Purworejo. Wilayah karesidenan Bagelen dibagi menjadi beberapa kadipaten, antara lain kadipaten Semawung (Kutoarjo) dan Kadipaten Purworejo dipimpin oleh Bupati Pertama raden Adipati Cokronegoro Pertama. Dalam perkembangannya, Kadipaten Semawung (Kutoarjo) kemudian digabung dengan Kadipaten Purworejo.
                Tahun 1936, Gubernur Jenderal Hindia Belanda merubah administrasi pemerintah di Kedu Selatan, Kabupaten Karanganyar dan Ambal digabungkan menjadi satu dengan Kebumen dan menjadi Kabupaten Kebumen. Sedangkan Kabupaten Kutoarjo juga digabungkan dengan Purworejo, ditambah sejumlah wilayah yang dahulu masuk administrasi Kabupaten Urut Sewu/Ledok menjadi Kabupaten Purworejo. Sedangkan Kabupaten Ledok menjadi Kabupaten Wonosobo.
                Dalam perkembangan sejarahnya Kabupaten Purworejo dikenal sebagai pelopor di bidang pendidikan dan dikenal sebagai wilayah yang menghasilkan tenaga kerja di bidang pendidikan dan dikenal sebagai wilayah yang menghasilkan tenaga kerja di bidang pendidikan, pertanian dan militer. Tokoh-tokoh yang muncul antara lain WR Supratman Komponis lagu Kebangsaan “Indonesia Raya”. Jenderal Urip Sumoharjo, Jenderal A.Yani, Sarwo Edy Wibowo dan sebagainya.

Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit

Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit Pengertian Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit Larutan elektrolit  adalah larutan yang dap...